RSS

Cerita Masa Kuliah 2

15 Jul

Part II

Di semester pertama itu aku tidak menyadari kalau tantangan yang lebih besar akan muncul di semester-semester berikutnya. Terutama di semester dua, nilai-nilai ujianku banyak yang mengalami penurunan, bahkan ada yang harus remidi. hingga aku menyadari inilah semester terburuk selama perkuliahan. Dan aku bangkit lagi disemester berikutnya. Itupun sedikit demu sedikit. Pelajaran yang aku dapat dari pengalaman ini adalah, kita sering terlena pada saat berada di puncak, tidak sadar bahwa pada saat kita berada di ketinggian, semakin tinggi, semakin beresiko untuk jatuh. Jadi saya sarankan bagi temen-temen yang mungkin sedang kuliah ataupun di dunia kerja, janganlah terlena ketika kita berada di puncak dan jangan terlalu bersedih ketika kita berada di bawah.

Semester-semester berikutnya terasa berjalan lebih cepat, tiba-tiba sudah ujian, tiba-tiba sudah semesteran dan mengisi KRS untuk semester berikutnya. Namun ada banyak pengalaman berharga dan banyak pembelajaran yang aku dapatkan di waktu yang terasa berjalan cepat tersebut. Sebagai mahasiswa akademi keperawatan, saya harus mengikuti praktek lapangan, yaitu ke rumah sakit. Di rumah sakit inilah ilmu keperawatan yang sebenarnya saya dapatkan.

Hal yang paling saya ingat pada masa-masa praktek ini adalah perjuangan membuat askep dan mendapatkan acc dari pembimbing. Demi semua itu, hampir tiap malam aku begadang, paling cepat tidur jam 12 malam dan sering pula harus bangun pagi-pagi buta. Baru saat ini aku menyadari, seandainya waktu itu saya sedikit lebih efektif dalam menggunakan waktu dan kesempatan mungkin aku tidak harus begadang tiap malam. Tapi disisi lain aku pun menyadari bahwa lingkungan sangat berpengaruh pada saat itu. Hal yang paling menjengkelkan adalah ketika ada temen yang ingin mencontek begitu saja laporan yang sudah saya buat dengan banyak perjuangan.

Pengalaman praktek yang paling berkesan adalah Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD) di semester lima, sekarang disebut PKL, kalau dulu sering disebut KKN (Kuliah Kerja Nyata). Di desa tempat saya praktek tersebut, namanya Desa Nogosaren, sebuah desa di Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, masyarakat masih terbiasanya menyebut mahasiswa PKL dengan sebutan KKN. Teringat masa SD dulu, ketika ada KKN datang ke sekolah, kami anak-anak SD menyambut dengan senang hati. Masyarakat desa ini pun demikian. Mereka senang dengan kehadiran kami di desa tersebut. Terlebih-lebih kepala puskesmas yang berwenang di desa tersebut adalah dosen kami juga.

Desa ini terdiri dari empat dusun yang letaknya cukup berjauhan satu sama lain. Dan kami pun dibagi untuk ditempatkan dimasing-masing dusun. Kebetulan saya ditempatkan di dusun yang paling bawah (di situ saja sudah begitu dingin apalagi di dusun yang paling atas). Walaupun berjauhan, syukurnya temen-temen yang berasal dari daerah jawa tengah rela menyumbangkan sepeda motornya untuk dipakai bersama. Jadi beban sedikit berkurang. Terima kasih buat kalian, temen-temen ampisilin, terima kasih buat kerjasamanya.

Part III Aku tidak bisa melupakan…

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Juli 15, 2012 in Stories

 

One response to “Cerita Masa Kuliah 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: