RSS

Cerita Masa Kuliah 3

15 Jul

Part III

Aku tidak bisa melupakan pada minggu pertama saya disana, saya harus mengalami flu dan demam. Mungkin karena perubahan suasana suhu yang ekstrim. Daerah tempat saya praktek ini terletak di pegunungan, jadi suhunya sangat dingin. Parahnya lagi sering turun hujan. Sama seperti praktek-praktek sebelumnya, kami sangat sering harus begadang. Waktu itu saya mendapat tugas menjadi tim tabulasi. Saya bersama dengan beberapa teman menghitung dan merangkum hasil survey tentang kondisi kesehatan dan lingkungan seluruh masyarakat desa. Dan kemudian membuat slide untuk disajikan pada acara musyawarah masyarakat desa.

Minggu-minggu berikutnya diisi dengan kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk membangun kesehatan di desa tersebut. Ada posyandu, pemeriksaan kesehatan, donor darah, promosi kesehatan, pembangunan saluran limbah, dan masih banyak lagi. Hari-hari kami padat dengan kegiatan, sampai-sampai tidak terasa tiba waktunya untuk ujian dan kembali ke kampus. Aku terharu, mereka (masyarakat desa) kelihatan merasa kehilangan ketika kami harus kembali ke kampus. Banyak diantara mereka yang tampak meneteskan air mata, ada anak-anak; mereka berpesan “kapan-kapan kesini lagi ya!!”. Ada juga nenek-nenek yang saya salami, ia tampak sedih ketika itu. Akhirnya bus kampus pun berjalan, kami dan mereka sama-sama melambaikan tangan. Aku tidak pernah menyangka akan kembali lagi ke desa itu.

Ada momen lain pada saat kami masih di desa. Pada suatu hari, ditengah-tengah sibuknya kegiatan di desa, aku dan beberapa temanku dijemput untuk kembali ke kampus. Kami diminta membantu acara Caping Day adik kelas. Aku dan seorang temanku ditunjuk menjadi MC. Ini pengalaman pertama dalam hidupku. Masa’ aku disuruh menjadi MC entertain, padahal aku gak ada tampang entertainer..he.he.., pake ber-English lagi. Syukurnya acara itu sukses. Kami berhasil memimpin acara entertain tersebut.

Tiba saatnya ujian akhir program. Kami tidak memilih topik berdasarkan minat, tapi diundi. Kebetulan aku mendapat ujian di bidang komunitas. Jadi aku kembali ke Desa Nogosaren untuk mengikuti ujian selama beberapa hari. Pada saat ujian ini kondisi kami cukup memprihatinkan; ada seorang teman saya yang tiba-tiba harus ganti kasus karena calon pasiennya meninggal dunia. Ada juga yang tidak mau dijadikan pasien. Syukur pasienku baik-baik saja, cuma aku perlu bersabar karena dia jarang dirumah. Hingga pada saat hari ujian terpaksa para dosen dan penguji harus menunggu pasienku pulang dari sawah.

Setelah selesai, kami kembali ke kampus dan menyelesaikan laporan untuk kemudian dipresentasikan di depan sidang karya tulis ilmiah (KTI). Sidang yang cukup menegangkan. Belum lagi aku juga harus presentasi dengan bahasa Inggris, karena kami diharuskan membuat KTI dalam dua bahasa, bahasa Indonesia dan English. Ujian selesai, bukan berarti tugas kami selesai. Kami masih harus mengikuti ujian OSCA, ya sejenis ujian komprehensif, penggabungan dari 3 kompetensi (kognitif, afektif, dan psikomotor) dan dari 6 bidang dalam ilmu keperawatan.

Part IV (TThe Last) Tiba saatnya pengumuman…

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Juli 15, 2012 in Stories

 

One response to “Cerita Masa Kuliah 3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: