RSS

Selamat Hari Ibu

Ibu,Selamat Hari Ibu

Kuingat masa lalu,

Setiap pagi kau membangunkanku,

Sarapan slalu kau siapkan untukku

Bahkan kau penuhi semua keperluanku,

Walau jiwa dan ragamu bertaruh

Ibu,

Kau selalu ada untuk ku

Kau salu berikan harapan utukku

Tanpa kenal lelah kau hadir disetiap waktu,

Panas, hujan, lelah, ngantuk bukan alasan bagimu

untuk Tak pedulikan aku,

dengan berhutang, kau habiskan semua milikmu

demi memenuhi keingnanku, kebahagiaanku,

Ibu,

Terlalu banyak ibu memberi,

Terlalu sedikit kesempatan untuk membalasnya

Selamat hari Ibu

by Yan_nov

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 21, 2014 in Keperawatan

 

Makan Seafood dan es jeruk (vitamin C) secara bersamaan dapat menyebabkan kematian, Benarkah?

ImageImage

Berikut isu (info) yang saya dapatkan dari beberapa orang teman melalui whatsapp.

//seorang Wanita meninggal ‘Mendadak’ dgn ‘Kelima Panca Indera keluar Darah’

» Setelah diselidiki ternyata Wanita ini meninggal, bukan krna ‘Bunuh Diri’ atau ‘Dibunuh’, melainkan karena ketidaktahuan tentang ‘Racun akibat Makanan’.

» Wanita ini memiliki kebiasaan minum Vit. C tiap hari, ini tidak masalah.

Masalahnya, malam itu wanita ini kebanyakan makan ‘Udang‘.

» Sebenarnya cma makan udang saja juga tidak masalah, karena orang rumahnya juga banyak makan Udang malam itu dan tak ada yang meninggal..

» Tetapi, karena udang itu mengandung ‘Arsenic Pentoxide’ (As2O5) & berhubung habis makan udang wanita itu minum Vit. C, Terjadilah “Reaksi Kimia” di dalam perut yang membuat ‘Arsenic Pentoxide’ (As2O5) berubah menjadi Arsenic Trioxide (As2O3) yang sangat beracun.

» Inilah yg Mengakibatkan :

• Hati

• Jantung

• Ginjal

• Pembuluh darah rusak

• Usus Berdarah

• Pembuluh darah Melebar

» Sehingga wanita itu Meninggal dengan sangat Mengenaskan dengan Kelima Panca Indera ‘Keluar Darah’ saat itu.

» Jadi Hati-hati!!

Jika habis banyak makan..

• Udang

• Kerang

• Kepiting

» Jangan minum ‘Vit. C’ pada saat yang ‘Bersamaan’ !!

» Forwardlah jika Anda ‘Merasa’ ini cukup ‘Penting’ (y)

» Sedikit Tambahan: Jadi bagi yg suka ‘Seafood’ jangan sekali2 makan Seafood + Minum es Jeruk pada Saat yg Sama.

» Kasih tau ke semua Teman atau Keluarga.

» Mari berbagi Kepedulian Kita dengan Sesama

 

Setelah searching2 (dibaca:browsing) di mbah google, berikut informasi yang saya dapatkan.

Hewan-hewan laut memang dapat mencerna arsen yang di dapat dari air laut. Dengan suatu alat khusus kita dapat mendeteksi arsen sekitar 200ug dalam setiap gram berat hewan laut. Tetapi bukanlah arsen pentoksida (As2O5) yang bersifat anorganik yang kita dapatkan, melainkan senyawa arsen organik, yang disebut arsenobetain. Arsenobetain ini merupakan arsen yang telah berikatan dengan karbon (C) dan hidrogen (H), dan ini tidak bersifat toksik. Jika arsenobetain ini masuk ke dalam tubuh manusia, maka senyawa ini tidak akan dicerna dan akan dikeluarkan melalui urine. Senyawa ini tidak berbahaya.

Arsenobetain tidak bisa bereaksi dengan vitamin C dan membentuk arsen trioksida (As2O3). Arsen trioksida  hanya dapat dihasilkan dari pembakaran unsur arsen (As) atau sebagai hasil samping pada peleburan logam seperti tembaga, perak, dan emas. Pada umumnya arsen trioksida dipakai dalam pembuatan kaca dan pengawetan kayu, dan senyawa ini memang berbahaya. Bayangkan kayu aja bisa awet dengan senyawa ini, bagaimana dengan tubuh manusia.

Dalam suatu penelitian dengan menggunakan tikus, 50% dari semua tikus percobaan mati setelah diberikan arsen trioksida sebanyak 15,1mg/kg atau sekitar 3,02 mg untuk tikus yang beratnya 200 gram. Jika jumlah ini dikonversikan ke berat manusia, maka dengan pemberian sebanyak 16,91 mg saja 50% kemungkinan manusia akan meninggal.

Pada zaman dahulu, dikabarkan arsen trioksida telah menjadi racun yang favorit digunakan. Menurut mitos, tewasnya Napoleon Bonaparte diakibatkan racun anggur arsenik yang diteguknya dalam pengasingannya di pulau St. Helena. Setelah melalui banyak penelitian dan percobaan, saat ini arsen trioksida dapat digunakan untuk mengobati leukemia promyelositik akut, tentunya jika diberikan dengan dosis yang tepat, sekitar 0,15 mg/kg berat badan.

Kembali ke arsen pentoksida, senyawa ini dapat dihasilkan dari oksidasi lanjutan arsen trioksida. Juga memiliki sifat toksik yang sama dengan arsen trioksida.

Dengan menggunakan konduktor, arsen pentoksida dapat kembali menjadi arsen trioksida. Salah satu contoh konduktor adalah vitamin C, tapi tidak cukup kuat untuk mengembalikan arsen pentoksida menjadi senyawa pembunuh.

Pendapat saya, tidak ada salahnya kita berhati-hari. Segala hal mungkin saja terjadi.

Yang tau lebih mendalam tentang ini silakan koment. Thanks.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 11, 2013 in Keperawatan

 

Tag: , , ,

Cara Membaca Hasil Analisa Gas Darah

Sebelum belajar cara membaca hasil analisa gas darah, sebaiknya kita ketahui dulu komponen-komponen dalam analisa gas darah.

Komponen dari Analisa Gas Darah

1.        pH

  • Pengukuran terhadap keasaman atau kebasaan ditentukan berdasarkan kehadiran ion H+.
  • Rentang normal dari pH berkisar antara 7,35 sampai 7,45

2.         PaO2

  • Tekanan parsial oksigen yang terlarut dalam darah arteri
  • Rentang normalnya antara 80-100mmHg

3.         SaO2

  • Saturasi oksigen darah arteri
  • Rentang normal saturasi ini adalah 95% – 100%

4.         PaCO2

  • Tekanan parsial gas karbondioksida yang larut dalam darah arteri
  • Rentang normalnya 35-45 mmHg

5.         HCO3

  • Nilai bikarbonat dalah darah arteri
  • Rentang normalnya 22-26 mEq/liter

6.   B.E.

  • Mengindikasikan jumlah kelebihan level dari bikarbonat dalam sistem
  • Rentang normalnya adalah -2 sampai +2 mEq/liter
  • Nilai BE yang negative mengindikasikan deficit

Tentang pH

pH mempunyai skala dari 1 (sangat asam) sampai 14 (sangat basa). Cairan yang mempunyai pH 7, misalnya air, disebut netral (tidak asam maupun basa).

Saat pH darah dibawah 7,35 darah tersebut disebut asam, dan apabila diatas 7,45 disebut basa.

Cara membaca hasil Analisa Gas Darah

—  Langkah Pertama

  • Lihat pH-nya untuk menentukan apakah normal, asam, atau basa.
  • Jika diatas 7,45 disebut alkalosis, dibawah 7,35 disebut asidosis.

—  Langkah kedua

  • Jika sudah kita diketahui asidosis atau alkalosis, kita perlu menentukan penyebab primernya, apakah karena masalah respirasi atau masalah metabolic.
  • Untuk mengetahui itu kita lihat PaCO2 –nya. Ingat bahwa masalah respirasi, biasanya akan menurunkan pH menjadi dibawah 7,35 dan PaCO2 harusnya naik.
  • Jika pH naik diatas 7,45 maka PaCO2 harusnya turun. Bandingkan nilai pH dan PaCO2. Jika  pH dan PaCO2 ­­bergerak ke arah yang berlawanan maka masalah utamanya adalah di respirasi.

—  Langkah Ketiga

  • Yang terakhir lihat nilai HCO­­3 . HCO3 ini mengindikasikan masalah metabolik. Normalnya jika pH naik, maka HCO3 juga naik. Begitu juga sebaliknya, jika pH turun HCO3 juga turun.
  • Bandingkan kedua nilai tersebut, jika bergerak ke arah yang sama maka masalah utamanya adalah metabolik.

Berikut adalah rangkuman dari cara membaca hasil analisa gas darah:

(klik untuk memperbesar)

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada Oktober 5, 2012 in Keperawatan

 

Tag: , , , , , ,

Asidosis dan Alkalosis

Kedua istilah di atas sering kali membuat saya bingung, sering mendengar tapi tidak tahu pasti apa artinya, apa penyebabnya, bagaimana kondisi pasien yang mengalaminya, dan apa komplikasinya. Oleh karena itu melalui tulisan ini saya mencoba merangkumnya dan mudah-mudahan saya dan pembaca mendapat manfaat dari tulisan ini.

Asidosis

Asidosis adalah peningkatan sistemik konsentrasi ion hidrogen. Konsentrasi ion hidrogen dapat meningkat karena kegagalan paru mengeluarkan karbondioksida, atau apabila terjadi produksi asam-asam yang mudah dan tidak mudah menguap secara berlebihan. Asidosis juga dapat timbul apabila terjadi pengeluaran basa bikarbonat karena diare persisten atau ginjal gagal menyerap kembali bikarbonat atau mensekresi ion hidrogen (Corwin, 2009).

Alkalosis

Alkalosis adalah penurunan sistemik konsentrasi ion hidrogen. Konsentrasi ion hidrogen dapat turun akibat pengeluaran karbondioksida yang berlebihan melalui hiperventilasi, keluarnya asam-asam yang tidak mudah menguap melalui muntah, atau asupan basa yang berlebihan (Corwin, 2009).

Jadi kedua hal di atas merupakan hal yang bertentangan, yaitu asam dan basa. Asam dan basa ini diatur oleh paru dan ginjal. Mereka (paru dan ginjal) bekerja bersama untuk mempertahankan pH plasma dalam rentang 7,35 sampai 7,45. Apabila timbul asidosis atau alkalosis karena penyakit paru, maka ginjal berespon dengan mengubah penanganan terhadap ion hidrogen dan basa bikarbonat agar pH kembali normal. Kerja ginjal yang ditujukan untuk melawan asidosis atau alkalosis karena penyakit paru disebut kompensasi ginjal. Kompensasi ginjal mulai memberikan efek sekitar 24 jam setelah perubahan pH karena gangguan respirasi. Walaupun terlambat, kompensasi ginjal sangat kuat. Apabila asidosis atau alkalosis terjadi karena gangguan metabolik atau ginjal, maka sistem pernapasan berespons dengan meningkatkan atau menurunkan kecepatan pernapasan, untuk mengembalikan pH ke normal.kerja respirasi yang ditujukan untuk melawan asidosis atau alkalosis karena gangguan metabolik atau ginjal disebut kompensasi respirasi. Kompensasi respirasi berlangsung segera apabila terjadi perubahan konsentrasi ion hidrogen, karena ion-ion hidrogen merupakan faktor penentu yang mengontrol pusat pernapasan di otak.

Asidosis Respiratorik

Asidosis Respiratorik adalah penurunan pH arteri yang terjadi akibat gangguan respirasi primer. Paru bertugas untuk mengeliminasi asam mudah menguap dalam bentuk karbondioksida yang merupakan hasil metabolisme. Penyebab Asidosis Respiratorik mencakup semua gangguan paru obstruktif (penyakit paru obstruktif menahun atau asma) serta hipoventilasi apapun sebabnya, termasuk over dosis obat atau obstruksi jalan napas. Kongesti paru yang parah dapat menyebabkan penurunan difusi karbondioksida dari darah ke dalam paru sehingga eliminasinya melalui udara berkurang. Jadi asidosis respiratorik merupakan kelebihan asam (pH menurun) karena tertimbunnya karbondioksida dalam darah akibat tidak efektifnya eliminasi karbondioksida yang terjadi akibat gangguan pernapasan.

Gambaran Klinis

–          Gejala-gejala neurologis: nyeri kepala, perubahan perilaku, dan tremor.

–          Dapat terjadi depresi pernapasan akibat peningkatan karbondioksida.

Hasil pemeriksaan lab menunjukkan tekanan parsial karbondioksida (Pa CO2) lebih besar dari 45 mmHg (karena peningkatan karbondiokasida adalah penyebab masalahnya). Untuk asidosis respiratorik yang berlangsung lebih dari 24 jam, kadar bikarbonat plasma meningkat (lebih dari 28 miliequivalen per liter) mencerminkan kenyataan bahwa ginjal sedang mengekskresikan banyak ion hidrogen (ingat ion hidrogen=asam) dan menyerap banyak basa (bikarbonat=basa).

Apabila kompensasi ginjal berhasil, maka pH plasma akan rendah, tetapi berada dalam rentang normal. Apabila kompensasi tidak berhasil atau asidosis respiratoriknya lebih akut daripada 24 jam, maka pH plasma akan memperlihatkan konsentrasi ion hidrogen yang tinggi (pH<7,35). pH urine akan menjadi asam karena ginjal mengekskresikan lebih banyak ion hidrogen dalam rangka mengembalikan pH ke nilai normal.

Komplikasi, paralisis dan koma akibat vasodilatasi serebrum sebagai respons terhadap peningkatan konsentrasi karbondioksida jika kadarnya menjadi toksik.

Penatalaksanaan, perbaikan ventilasi penting dilakukan. Mungkin diperlukan ventilasi mekanis.

Refference:

Corwin, Elizabeth J. 2009. Patofisiologi; buku saku. Nike Budi (alih bahasa). Jakarta: EGC

Alkalosis Respiratorik (here)

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Juli 24, 2012 in Keperawatan

 

Tag: , , , , ,

Kuliah di Universitas Terbuka (UT) dengan jurusan Bahasa Inggris Bidang Minat Penerjemah

Berikut adalah beberapa alasan saya ingin kuliah di UT dan mengambil jurusan Bahasa Inggris Bidang Minat Penerjemah:

  1. Saya ingin punya pendidikan sarjana, lantas mengapa tidak melanjutkan ke sarjana keperawatan? Karena biaya dan juga waktu. Biaya kuliah di keperawatan cukup mahal menurut saya, bahkan tidak sebanding dengan gaji perawat. Tapi kelebihan dari ilmu keperawatan adalah aplikasinya di masyarakat. Ilmu keperawatan bisa diterapkan untuk membantu banyak orang di masyarakat. Masalah waktu kuliah; kalau melanjutkan kuliah di keperawatan saya harus berhenti bekerja, dan itu tidak mungkin saya lakukan. Sedangkan kuliah di UT bisa saya lakukan tanpa harus meninggalkan pekerjaan, karena bisa belajar di rumah, walaupun sesekali kadang ada perkuliahan tatap muka.
  2.  Jurusan Bahasa Inggris masih searah dengan pekerjaan saya saat ini. Walaupun saya perawat, tapi saya harus berkomunikasi dengan pasien menggunakan Bahasa Inggris. Jadi hitung-hitung kursus, yah biayanya tidak jauh beda lah. Lagipula kalau saya kuliah saya akan mendapatkan ijazah dan gelar sarjana (kalau lulus).
  3. Saya ingin menambah pengetahuan, wawasan, dan kedewasaan. Saya pernah mengamati seorang teman saya yang lulusan sarjana. Kami bekerja bersama, tapi saya bekerja lebih dulu dari dia. Anehnya saya merasa kemampuan analisa dan manajemennya dia lebih baik dari saya. Saya berkesimpulan bahwa hal tersebut dikarenakan tingkat pendidikan. Kenapa demikian, kuliah S1 itu untuk bisa lulus harus membuat skripsi dan penelitian. Dalam proses tersebut tentu mereka terkondisikan untuk berpikir lebih jeli dan kritis. Misalnya saja dalam analisa data dan pembahasan hasil penelitian, kemampuan berpikir dan analisis akan terasah.
  4. Saya ingin bisa berbahasa Inggris dengan lebih baik, baik dari segi tata bahasa maupun komunikasi lisan dan tulis.

Selain alasan-alasan di atas mungkin masih ada lagi, tapi tidak spesifik.

Apa keuntungan kuliah di UT?

Ada 7 keuntungan yang bisa didapatkan bila kita kuliah di UT, yaitu:

  1. Mendapat ijazah negeri, seperti kuliah di PTN lainnya.
  2. Kualitas UT sudah diakui secara internasional. UT sudah menerima sertifikat kualitas dan akreditasi internasional dari ICDE (International Council for Open and Distance Education) dari UNESCO pada tahun 2010 dan sertifikat ISO (International Organization for Standarization) pada tahun 2006.
  3. Bisa kuliah tanpa harus meninggalkan pekerjaan, karena jam belajar bisa disesuaikan dengan waktu mahasiswa.
  4. Biaya kuliah terjangkau.
  5. Bahan kuliah (modul) yang lengkap, rinci dan sangat mudah dipelajari secara mandiri.
  6. Untuk kuliah-kuliah tertentu disediakan tutorial sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.
  7. Sistem administrasi dan komunikasi yang baik, dimana berbagai informasi (ujian, hasil ujian, kelengkapan administrasi, dll) bisa diakses melalui internet dan HP.

Demikianlah alasan saya ingin kuliah di UT dan beberapa keuntungan kuliah di UT.

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Juli 16, 2012 in Stories

 

Cerita Masa Kuliah 4

Part IV

Tiba saatnya pengumuman kelulusan, senangnya aku dinyatakan lulus dan tinggal menunggu waktu wisuda. Sebelum wisuda, ada jeda waktu beberapa minggu dan aku pun pulang ke daerah asalku. Untuk mengisi waktu, aku mencoba melamar perkerjaan sebagai perawat dengan berbekal surat keterangan lulus. Aku diterima dan besoknya mulai bekerja. Setelah beberapa minggu aku kembali ke kampus dan mengikuti acara wisuda. Banyak teman-temanku yang mengajak keluarganya pada acara tersebut. Sementara aku yang datang hanya bapakku. Aku bersyukur karena beliau bisa datang dan aku pun tidak mengecewakannya karena aku berhasil mengajaknya naik ke  panggung dan bersalaman dengan bapak direktur.

Malam harinya, ada acara firewell party. Kami berpesta, untuk pertama kalinya aku joged di atas panggung. Ini malam perpisahan, walaupun pada kenyataannya besoknya masih bisa bertemu lagi. Ada beberapa pasangan yang berasal dari daerah yang berbeda, bahkan dari kepercayaan yang berbeda. Jadi pada malam inilah mereka mengucap janji ataupun membicarakan masalah “kontrak” mereka, apakah akan diperpanjang atau tidak. Acara yang tidak bisa ditiadakan pada momen seperti itu adalah foto-foto. Kami berfoto sebanyak-banyaknya, agar bisa dijadikan kenangan kelak.

Satu acara lagi, sekaligus acara terakhir di kampus adalah acara ucap sumpah profesi. Setelah selesai, kami pulang ke daerah masing-masing. Aku ingat waktu terakhir kali aku pulang, dua orang teman baikku mengantarku ke tempat pemberhentian bus. Makasi buat Samy dan Kemin atas pinjeman motornya. Kalian temen-temen yang baik. Kalian mengantar kami walaupun kami membawa banyak barang. Thanks, kebaikan kalian tidak akan pernah aku lupakan. Kapan-kapan kalau kalian ke Bali, menginaplah di rumahku, gratis., Cuma bayar uang makan aja…hehe..

Selain yang aku sebutkan di atas, ada beberapa orang lagi yang telah baik sama aku. Terima kasih banyak buat kalian. Bukan berarti yang lain tidak baik. Yang lain pun secara langsung maupun tidak langsung telah mendukung dan membantuku. Thanks buat semuanya.

Buat Susilo yang telah membantuku selama praktek di RSJ Boyolali, kau minjemin motor Tiger, motor yang belum pernah aku pake sebelumnya, aku terpaksa makenya Sus, karna gak ada yang lain..ha.ha… Buat Angra, Adib, Ali dan Aziz yang telah minjemin motor juga, dan Aziz yang menjadi translaterku dan ngajarin aku Boso Jowo saat PKMD.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Juli 15, 2012 in Stories

 

Cerita Masa Kuliah 3

Part III

Aku tidak bisa melupakan pada minggu pertama saya disana, saya harus mengalami flu dan demam. Mungkin karena perubahan suasana suhu yang ekstrim. Daerah tempat saya praktek ini terletak di pegunungan, jadi suhunya sangat dingin. Parahnya lagi sering turun hujan. Sama seperti praktek-praktek sebelumnya, kami sangat sering harus begadang. Waktu itu saya mendapat tugas menjadi tim tabulasi. Saya bersama dengan beberapa teman menghitung dan merangkum hasil survey tentang kondisi kesehatan dan lingkungan seluruh masyarakat desa. Dan kemudian membuat slide untuk disajikan pada acara musyawarah masyarakat desa.

Minggu-minggu berikutnya diisi dengan kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk membangun kesehatan di desa tersebut. Ada posyandu, pemeriksaan kesehatan, donor darah, promosi kesehatan, pembangunan saluran limbah, dan masih banyak lagi. Hari-hari kami padat dengan kegiatan, sampai-sampai tidak terasa tiba waktunya untuk ujian dan kembali ke kampus. Aku terharu, mereka (masyarakat desa) kelihatan merasa kehilangan ketika kami harus kembali ke kampus. Banyak diantara mereka yang tampak meneteskan air mata, ada anak-anak; mereka berpesan “kapan-kapan kesini lagi ya!!”. Ada juga nenek-nenek yang saya salami, ia tampak sedih ketika itu. Akhirnya bus kampus pun berjalan, kami dan mereka sama-sama melambaikan tangan. Aku tidak pernah menyangka akan kembali lagi ke desa itu.

Ada momen lain pada saat kami masih di desa. Pada suatu hari, ditengah-tengah sibuknya kegiatan di desa, aku dan beberapa temanku dijemput untuk kembali ke kampus. Kami diminta membantu acara Caping Day adik kelas. Aku dan seorang temanku ditunjuk menjadi MC. Ini pengalaman pertama dalam hidupku. Masa’ aku disuruh menjadi MC entertain, padahal aku gak ada tampang entertainer..he.he.., pake ber-English lagi. Syukurnya acara itu sukses. Kami berhasil memimpin acara entertain tersebut.

Tiba saatnya ujian akhir program. Kami tidak memilih topik berdasarkan minat, tapi diundi. Kebetulan aku mendapat ujian di bidang komunitas. Jadi aku kembali ke Desa Nogosaren untuk mengikuti ujian selama beberapa hari. Pada saat ujian ini kondisi kami cukup memprihatinkan; ada seorang teman saya yang tiba-tiba harus ganti kasus karena calon pasiennya meninggal dunia. Ada juga yang tidak mau dijadikan pasien. Syukur pasienku baik-baik saja, cuma aku perlu bersabar karena dia jarang dirumah. Hingga pada saat hari ujian terpaksa para dosen dan penguji harus menunggu pasienku pulang dari sawah.

Setelah selesai, kami kembali ke kampus dan menyelesaikan laporan untuk kemudian dipresentasikan di depan sidang karya tulis ilmiah (KTI). Sidang yang cukup menegangkan. Belum lagi aku juga harus presentasi dengan bahasa Inggris, karena kami diharuskan membuat KTI dalam dua bahasa, bahasa Indonesia dan English. Ujian selesai, bukan berarti tugas kami selesai. Kami masih harus mengikuti ujian OSCA, ya sejenis ujian komprehensif, penggabungan dari 3 kompetensi (kognitif, afektif, dan psikomotor) dan dari 6 bidang dalam ilmu keperawatan.

Part IV (TThe Last) Tiba saatnya pengumuman…

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Juli 15, 2012 in Stories